Biaya Hidup Biaya HidupCerita, tips, dan rekomendasi yang dipersiapkan dengan rapi.
finance

Langkah-Langkah Memilih Sekuritas yang Aman untuk Investor Pemula, Panduan Lengkap

Pelajari 5 langkah memilih sekuritas aman untuk pemula: cek legalitas OJK, biaya transaksi, fitur edukasi, dan layanan nasabah. Panduan praktis dari Pontianak.

25 Aug 2026 · 6 menit baca · oleh Taufik Kartono Tjoa
Langkah-Langkah Memilih Sekuritas yang Aman untuk Investor Pemula, Panduan Lengkap

Pertanyaan "Apa langkah-langkah memilih sekuritas yang aman untuk investor pemula?" pasti sering muncul di kepala orang yang baru mau nyemplung ke pasar saham. Wajar sih, soalnya milih perusahaan sekuritas itu kayak milih rekan bisnis. Salah pilih, urusan administrasi bisa berabe, biaya membengkak, atau lebih parah lagi dana raib.

Jawaban singkatnya: pilih sekuritas yang terdaftar resmi di OJK, punya biaya transaksi wajar, sediain fitur edukasi, dan layanan pelanggan yang responsif. Jangan tergiur iming-iming bonus gede atau janji cuan instan. Berikut langkah-langkah detailnya.

Kenapa Legalitas Sekuritas Itu Nomor Satu?

Langkah pertama yang paling krusial adalah pastiin sekuritas itu punya izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan jadi anggota Bursa Efek Indonesia (BEI). Kenapa? Karena sekuritas ilegal seringkali ngiming-ngimingi return gede tanpa risiko, padahal uang investor bisa lenyap begitu aja. Data OJK per Desember 2025 nyatet ada lebih dari 1.000 entitas investasi ilegal yang ditutup. Banyak yang ngaku-ngaku sebagai sekuritas padahal nggak punya izin. Cara ceknya gampang: buka situs OJK (www.ojk.go.id) terus masuk ke menu "Lembaga Keuangan" > "Pasar Modal" > "Daftar Efek". Atau bisa juga cek di situs BEI (www.idx.co.id) bagian "Anggota Bursa"

Contoh konkret: misalnya lo tertarik sama sekuritas "PT Abadi Jaya Sekuritas". Cari namanya di daftar OJK. Kalo nggak ada, jangan pernah transfer duit ke rekening perusahaan itu. Saya pribadi pernah hampir tergiur tawaran temen lama yang katanya "investasi saham dengan jaminan profit 5% per bulan". Setelah dicek, perusahaan itu nggak terdaftar di OJK. Untung saya batal.

Jadi, langkah pertama yang nggak bisa ditawar: pastikan legalitasnya. Ini benteng pertahanan paling dasar biar dana lo nggak raib.

Bagaimana Cara Mengecek Biaya Transaksi dan Setoran Awal?

Setelah legalitas aman, langkah kedua adalah pahamin struktur biaya. Setiap sekuritas punya tarif beda buat beli dan jual saham. Biaya ini bakal ngurangin keuntungan lo, apalagi kalo lo trader aktif.

Umumnya, biaya beli saham di BEI itu 0,15%–0,3% dari nilai transaksi, sedangkan biaya jual sekitar 0,25%–0,4%. Ada juga biaya tambahan kayak biaya transfer dana (RTGS/SKN) yang biasanya Rp2.500–Rp5.000 per transaksi. Buat pemula, pilih sekuritas dengan biaya transaksi di kisaran bawah (0,15% beli dan 0,25% jual).

Selain biaya, perhatiin juga setoran awal. Beberapa sekuritas nentuin deposit awal Rp100.000, ada juga yang Rp500.000 atau bahkan Rp1.000.000. Pilih yang sesuai sama modal awal lo. Jangan sampe lo harus setor Rp5 juta cuma buat buka rekening, padahal lo baru mau belajar dengan modal Rp200.000.

Contoh perbandingan: Sekuritas A patok biaya beli 0,15% dan jual 0,25% dengan setoran awal Rp100.000. Sekuritas B patok biaya beli 0,3% dan jual 0,4% dengan setoran awal Rp500.000. Buat pemula dengan modal Rp1 juta, selisih biaya transaksi di Sekuritas B bisa nyampe Rp5.000 lebih mahal per transaksi. Dalam sebulan kalo lo 4 kali transaksi, selisihnya Rp20.000. Lumayan buat biaya makan siang Versi lebih panjang di biaya hidup.

Fitur Edukasi dan Riset: Penting atau Nggak?

Langkah ketiga adalah evaluasi fitur edukasi dan riset yang disediain sekuritas. Buat pemula, fitur ini bangeet membantu buat belajar analisis fundamental dan teknikal tanpa harus bayar kursus tambahan. Sekuritas yang oke biasanya nyediain:

  • Riset harian atau mingguan: rekomendasi saham dari analis internal.
  • Webinar atau video edukasi: gratis buat nasabah.
  • Artikel atau blog: soal strategi investasi, cara baca laporan keuangan, dll.
  • Fitur screening saham: buat milah saham berdasarkan rasio keuangan (PER, PBV, dividen yield).

Contoh: Sekuritas X punya portal edukasi dengan 50+ video tutorial dari dasar sampe mahir. Mereka juga ngadain webinar gratis tiap bulan. Sementara Sekuritas Y cuma nyediain aplikasi trading tanpa materi belajar sama sekali. Mana yang lebih cocok buat pemula? Jelas Sekuritas X. Kalo saya pribadi, dulu waktu mulai investasi tahun 2020, saya pilih sekuritas yang punya fitur "screener saham" karena bantu saya nemuin saham-saham dengan rasio harga murah. Tanpa fitur itu, saya mungkin bakal asal beli saham yang lagi rame dibicarain di grup Telegram. Ujungnya malah rugi.

Apa Risiko Memilih Sekuritas yang Nggak Tepat?

Risiko utama milih sekuritas sembarangan adalah kehilangan dana gegara sekuritas ilegal. Tapi, ada risiko lain yang lebih halus tapi tetep merugikan: layanan nasabah yang buruk

Bayangin lo mau jual saham karena harga turun drastis, tapi aplikasi sekuritas error atau CS-nya nggak respon. Atau lo mau narik dana, tapi prosesnya berhari-hari tanpa kejelasan. Ini bisa bikin lo frustrasi dan gagal ambil keputusan investasi tepat waktu.

Risiko lainnya adalah biaya tersembunyi. Beberapa sekuritas cantumin biaya transaksi rendah di brosur, tapi ternyata ada biaya administrasi bulanan, biaya inaktivitas (kalo nggak bertransaksi dalam 3 bulan), atau biaya penarikan dana yang tinggi. Baca syarat dan ketentuan dengan teliti.

Contoh nyata: tahun 2023, seorang temen di Jakarta buka rekening di sekuritas yang nawarin biaya transaksi 0,1% (lebih murah dari rata-rata). Ternyata, ada biaya "jasa kustodi" sebesar Rp20.000 per bulan yang nggak disebutin di awal. Dalam setahun, ia bayar Rp240.000 cuma buat biaya kustodi, padahal ia cuma bertransaksi 2 kali. Jadi, jangan cuma tergiur biaya transaksi murah, tapi perhatiin juga biaya-biaya lain.

Berapa Biaya yang Wajar untuk Memulai?

Pertanyaan "Berapa biayanya?" sering muncul. Buat buka rekening sekuritas, umumnya gratis. Biaya yang perlu lo siapin adalah setoran awal (minimal Rp100.000–Rp500.000) dan biaya transaksi per perdagangan. Rincian biaya yang wajar buat pemula:

  • Setoran awal: Rp100.000 – Rp500.000.
  • Biaya beli: 0,15% – 0,2% dari nilai transaksi.
  • Biaya jual: 0,25% – 0,3% dari nilai transaksi.
  • Biaya transfer dana: Rp2.500 – Rp5.000 per penarikan.
  • Biaya administrasi bulanan: Rp0 (seharusnya gratis buat nasabah retail).
  • Biaya inaktivitas: Rp0 – Rp10.000 per bulan kalo nggak bertransaksi dalam 3–6 bulan.

Contoh: lo beli saham senilai Rp1.000.000. Biaya beli 0,15% = Rp1.500. Terus lo jual saham yang sama senilai Rp1.200.000. Biaya jual 0,25% = Rp3.000. Total biaya transaksi buat satu putaran beli-jual adalah Rp4.500. Bandingin sama sekuritas yang patok biaya beli 0,3% dan jual 0,4%: biaya beli Rp3.000 + biaya jual Rp4.800 = total Rp7.800. Selisih Rp3.300 per transaksi. Dalam 20 transaksi, selisihnya Rp66.000. Cukup buat beli satu lot saham murah.

Langkah Praktis Memilih Sekuritas untuk Pemula

Berikut ringkasan langkah-langkah yang bisa lo ikutin:

  1. Cek legalitas: Buka situs OJK atau BEI, pastiin nama sekuritas ada di daftar resmi.
  2. Bandingin biaya: Catet biaya beli, jual, setoran awal, dan biaya lain dari 3–5 sekuritas.
  3. Uji coba aplikasi: Download aplikasi sekuritas, liat tampilan, fitur riset, dan kemudahan navigasi.
  4. Cek layanan nasabah: Hubungin CS lewat telepon atau chat, liat seberapa cepet dan jelas jawabannya.
  5. Baca ulasan pengguna: Cari di forum atau grup Facebook tentang pengalaman nasabah sekuritas itu.

Saya saranin buat buka rekening di 2 sekuritas beda sekaligus. Misalnya, satu sekuritas utama buat transaksi rutin, dan satu lagi sebagai cadangan kalo aplikasi utama lagi error. Sudut pandang beda di apa ciri tas lokal berkualitas ekspor yang benar benar membe.

Tapi inget, jangan sampe lo keburu transfer duit sebelum semua langkah di atas selesai. Saya dulu hampir kena tipu gegara buru-buru daftar di sekuritas yang katanya "bonus saldo Rp50.000". Pas dicek, ternyata itu aplikasi ilegal yang cuma numpang nama. Untung saya batal di menit terakhir.

Jadi, pelan-pelan aja. Investasi itu maraton, bukan sprint. Pilih sekuritas yang bikin lo nyaman, bukan yang bikin deg-degan tiap mau login.

Sumber lanjutan: sumber resmi.

Bahan bacaan: sumber resmi

Tag: #tips saham pemula #memilih sekuritas #investasi aman #reksadana saham #broker saham